Sahabat Jadi Cinta

Kamis, 12 Agustus 2010

Sahabat Jadi Cinta
Malam itu aku masih ingat.....
Kala kau memilihku menjadi sahabatmu...
Suka dan duka kita jalani.....
Tanpa batasan antara kita
Bagai air yang mengalir mengikis batu nan terjal...
Tak terasa kini batu karang itu pun makin menipis
tanpa ada kepastian kemana larinya sang kerikil...
Terhempas tanpa arti....
Waktu yang setia menanti dan menemani kita,
Suka dan duka waktu slalu bersama...
Tanpa kenal lelah menanti kita...
Kini batasan makin memudar seiring batu karang
Kini air makin bersorai memainkan perannya diantara kita....
Entah benar atau salah kita.....
Antara kita yang ada hanya cinta tanpa arti....
Biarlah waktu yang memvonis kepastian ini
Antara kau dan aku.....

"CINTA ALLAH"

Saat malam menjelang pagi
Tanpa membazyirkan waktu lagi
Aku mempersembahkan lagu
Untuk berInspirasi
Bertajuk Kerinduan Dalam Jiwa
Dari waktu kewaktu
Dalam dunia yang singkat
Siang dan malam terasa panjang


Setiap makhluk yang bernyawa
Pasti menanti kematian
Namun kita tak akan bakal dapat lari
Dari kenyataan


Tanpa kita nantipun
Dengan sendirinya
Sakaratul Maut pasti akan datang jua
Namun demikian
Betapa setiap detik Allah itu
Melimpahkan Cintanya buat kita

Salah Pengertian

Suatu hari saat bulan Ramadhan Udin dan Said pergi shalat subuh berjamaah di masjid. Seusai shalat mereka mendengarkan kultum dari Pak Uztadz. Setelah itu mereka kembali ke kost masing-masing, Udin langsung kembali tidur, sementara Said berangkat kerja.
Siang hari, sepulang bekerja Said singgah ke tempat kost Udin.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumusalam..." Udin menjawab sambil menguap setelah tidur sejak pagi.
"Din, kamu baru bangun tidur ya?" tanya Said
"Enggak, saya sedang beribadah"
"Alhamdulillah, akhirnya kamu taubat juga. Kalau gitu saya pulang dulu ya, terusin ibadahnya. Assalamualaikum..."
"Waalaikumusalam..."
Udin pun kembali meneruskan tidurnya.
Menjelang buka puasa Said menuju ke kamar Udin yg terlihat masih tertutup dan sepi.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumusalam..." jawab Udin sambil mengusap matanya pertanda bahwa ia baru bangun tidur.
"Lho Din, dari tadi kamu tidur ya?"
"Dari tadi saya itu beribadah"
"Jangan bohong kamu, dua kali saya kesini raut wajahmu kayak orang baru bangun tidur."
"Iya sih dari tadi saya emang tidur, kan kata Pak Uztadz tidurnya orang yg berpuasa merupakan ibadah, jadi seharian ini saya tidur untuk ibadah."
"Kamu jadi orang bahlul amat sih, emang tidurnya orang yg berpuasa merupakan ibadah, tapi jangan berlebihan sampai-sampai lupa shalat, lupa kerja. Jadinya kamu berdosa karena telah meninggalkan shalat"
"Oh jadi begitu ya Id"
"Sekarang lebih baik kamu mandi biar segar, sebentar lagi buka puasa Assalamualaikum..."
"Waalaikumusalam..."
Akhirnya Udin pun mandi dan bergegas menuju masjid untuk buka puasa bersama.

Cerita Humor Ramadhan

Selasa, 10 Agustus 2010

Suatu hari pada bulan Ramadhan, seorang anak tak sabar menunggu datangnya adzan maghrib dan mengeluh pada bapaknya.
"Bapak, maghribnya jam berapa sich?"
"Jam 6, sabar ya nak" jawab bapaknya.
"Kok dari tadi masih jam 3 terus."
"Emangnya kenapa?"
"Kan pengen cepet buka puasa pak, apa kita putar aja jamnya biar cepet jam 6?"
"Ya udah."
"Asyikk" kata anak itu yg segera memutar jarum jam sampai ke angka 6.
"Pak sudah jam 6 tuh, buka puasa yuk."
"Lho itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar bapak, dan di dapur kan belum."
"Oh... gitu ya pak, harus jam 6 semuanya", respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya.
"Bapak udah semua", teriaknya girang.
"Jam tetangga-tetangga dan masjid sudah?"
"Lho kok sampai jam tetangga dan masjid juga?"
"Ya iyalah, kan harus jam 6 semua baru bisa buka puasa."
"Ya capek deh, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam sedesa."

PUISI

Senin, 02 Agustus 2010

SEPUTIH HATI
untuk mu
saat ini aku akan pergi jauh.
demi kerinduanku yang semakin sangat..
demi sebuah pengabdian.
pada ayah bunda

jujur aku akui
aku masih mengingatmu...

Dan...
aku tak akan bisa melupakanmu.
Dan...yakinlah
aku akan menunggumu di dermaga.

PUISI TUK TEMAN

Bagaimana kau akan tahu
Bagaimana kau akan tahu
Segala perasaan yang membebaniku
Sedang jarak memisahkan aku denganmu

Bagaimana kau akan tahu
Bahwa aku disini begitu mengingatmu
Sedang kita tak pernah berkata.

Bagaimana kau akan tahu
Hatiku tak mampu berpaling
Sedang dirimu selalu merasa ragu

Bagaimana....

Lupa

Minggu, 01 Agustus 2010

begitu jauh langkah kaki

menapak liku hidup penuh duri


diujung jalan tak bertepi


tertatih-tatih meraih mimpi


air mata derita


dihunjam berbagai dilema


telah membawa diri lupa PADANYA


lupa…keberadaNYA


lupa….segala yang kita punya


adalah kuasaNYA

Syair-syair Jihad

Apa untuk Jihad di Sana Ada yang Mencari Jalan ?

Bagi setiap musibah ada penghibur yang meringankannya
Tapi bagi yang menimpa Islam tiada penghiburnya
Sampai semua mihrob menangis padahal ia benda mati
Bahkan seluruh mimbar merintih sedangkan ia kayu jati
Seorang `Abid yang tunduk kepada Alloh lagi penuh kekhusyu`an
Sedang air mata dari kedua pipinya bercucuran
Kini masjid-masjid telah menjadi gereja di waktu maghrib
Tidak ada di dalamnya selain lonceng dan kayu salib
Itulah musibah melupakan apa yang telah lalu
Dan tidak mungkin lupa walau waktu telah lama berlalu…
Wahai para penunggang kuda yang kurus kelelahan
Seolah ia burung penyambar dalam bidang pacuan
Wahai para penyandang pedang India yang tajam
Seolah ia bara api di kegelapan malam yang kelam
Wahai orang-orang bercengkrama di belakang sungai karena gembira
Di negerinya mereka memiliki kejayaan dan kuasa…
Apa kalian telah mengetahui berita tentang Islam sekarang
Sungguh para pengendara telah berjalan dengan berita mereka
Sungguh banyak para tokoh meminta bantuan
Sedang mereka tawanan dan terbunuh
Namun tidak bergeming satupun manusia
Kenapa saling memutus dalam Islam di antara kalian
Sedang kalian wahai hamba-hamba Alloh adalah Saudara
Apa tidak ada jiwa-jiwa besar yang memiliki cita-cita
Apa terhadap kebaikan ini ada penolong dan pembela…
Hai orang-orang yang untuk membela suatu kaum telah terpecah banyak golongan
Yang karenanya mereka diserang kekafiran dan kedurjanaan
Kemarin mereka raja-raja di istana mereka
Sekarang dalam belenggu kekafiran mereka menjadi sahaya
Andai engkau melihat mereka bingung tiada penunjuk jalan
Berbagai pakaian kehinaan mereka telah rasakan
Andai engkau lihat tangisan mereka saat diperjual-belikan
Tentu engkau terperangah dan diliputi kepedihan…
Ya Robb, bayi dan sang ibu telah dipisahkan
Sebagaimana ruh telah dijauhkan dari badan
Sang puteri yang tak pernah dilihat matahari dengan terbuka
Seolah ia berlian dan batu permata
Kini digiring si bule sebagai budak seraya dihinakan
Matanya menangis dan hati penuh keheranan
Untuk seperti ini hati luluh karena kesedihan
Andai di hati ini ada Islam dan keimanan
Apa untuk Jihad disana ada yang mencari jalan…
Sungguh surga peristirahatan telah penuh dengan hiasan
Bidadari dan para pelayan telah menengok dari kamar-kamar
Mendapatkan kebaikan ini demi Alloh mereka para pendekar
Kemudian sholawat kepada Al-Mukhtar dari Alloh semoga di limpahkan
Sepanjang angin berhembus dan berguncang dahan pepohonan…

Keagungan Ilahi

Ratu malam sang rembulan
Raja siang sang matahari
Keduanya selalu bertentangan,

Tarik menarik
Dorong mendorong
Saling menguasai,
Seolah selalu bertanding tiada henti

Tiada yang kalah
Tak ada yang menag,
Karena dengan kedua sifat yang bertentangan ini
Seluruh alam semesta bergerak!

Dunia berputar,
Saling mengisi,
Yang satu melengkapi yang lain
Tanpa yang satu
Takkan ada yang lain,

Siang dan malam
Terang dan gelap
BAik dan jahat
Tanpa yang satu,
Apakah yang lain itu akan ada?
Tanpa adanya gelap,
Dapatkah kita mengenal terang?

Inilah sebuah kenyataan
Yang telah dikenhendaki Allah
Tanpa kehendaknya, takkan terjadi apa-apa

Keindahan Fantasi Cinta

Riuh... ramai... gaduh... dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih
Badan terasa sejuk...
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati
Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira...
Jiwa pun lega...
Ya Allah...
Abadikan keadaan ini
Agar menjadi pedoman
Bagi hati yang saling menyatu
Mentari sanubari tersenyum riang
Alam jiwa bergembira ria
Serentak...
Jiwa0jiwa riang berdansa di sekitar taman hati
Oooh...
Indahnya fantasi cinta